Karakteristik Topologi Jaringan (star, bus, ring, dan tree) | KOMPUTERMESH

Karakteristik Topologi Jaringan (star, bus, ring, dan tree)

Karakteristik Topologi Jaringan (star, bus, ring, dan tree)

KOMPUTERMESH - pada kesempatan kali ini saya akan memamparkan mengenai macam-macam topologi jaringan komputer beserta karakteristiknya. Contoh topologi biasanya dapat kita jumpai di tempat-tempat seperti perkantoran, warnet dan sebagainya. Nah, tahukah sobat jenis topologi yang biasanya digunakan di warnet? Untuk membangun jaringan warnet topologi yang biasa digunakan adalah yang namanya topologi bus. Topologi jenis ini dipilih karena salah satunya dapat di pasang di tempat yang berukuran kecil, hemat kabel, dan sebagainya.

Dalam membangun sebuah jaringan, sebelumnya kita harus memilih jenis topologi yang pas untuk kita gunakan. Topologi jaringan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Tentunya kita harus mengetaui hal tersebut sebelum terjadi kerugian. Kenapa saya katakan terjadi kerugian? Misalnya kita membangun sebuah jaringan di warnet, lalu kita memilih topologi yang tidak sesuai misalnya topologi start. Kerugian yang akan terjadi disebabkan oleh : banyaknya kabel yang kita butuhkan. Selain itu kerugian yang mungkin terjadi adalah seperti nama topologi tersebut yaitu start maka tata letak komputer satu dengan komputer yang lainnya berbentuk seperti bintang, dengan kata lain tata letak komputer pastinya membutuhkan ruangan yang cukup besar.

Karakteristik Topologi Jaringan

Pengertian Topologi Jaringan : Topologi jaringan memiliki arti yang luas, maka sebab itulah banyak yang mendefinisikannya berbeda-beda. Menurut saya topologi jaringan merupakan suatu cara menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya sehiingga membentuk sebuah jaringan yang didalamnya kita dapat berbagi informasi dari komputer satu ke komputer yang lain. Nah, langsung saja untuk mengetahui info selengkapnya silahkan sobat baca pembahasan berikut ini.

1. Topologi Bus
Topologi jenis ini bisa dibilang lebih hemat kabel, sebab hanya menggunakan kabel tunggal. Topologi bus untuk instalasinya bisa dibilang cukup mudah. Oleh sebab itu topologi jenis ini tidak membutuhkan banyak biaya pemasangan. Selain itu, topologi ini mudah untuk dikembangkan. Jika sobat ingin mencoba membuat jaringan saya sarankan menggunakan topologi jenis ini. Selain pemasangannya yang mudah, kabel yang diperlukan juga tidak terlalu banyak. Jadi sobat tidak memakan banyak biaya.

Karakteristik yang dimiliki topologi bus diantaranya sebagai berikut:
  • Topologi yang hanya menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya tertutup, dimana terdapat titik/node pada setiap kabel tersebut.
  • Menggunakan Konektor BNC tipe T sebgai media transimisi yang digunakan.
  • Karena instalasi yang mudah, topologi jenis ini sering digunakan.
  • Menghubungkan komputer secara berantai.
  • Memungkinkan terjadinya tabrakan (collision) disebabkan kabel yang hanya memilki jalur satu arah.
  • Apabila terjadi segmen kabel yang terputus, maka akan menyebabkan jaringan tidak dapat digunakan (mati).

2. Topologi Ring

Topologi ini terkenal dengan bentuknya yang menyerupai pola cincin atau lingkaran. Salah satu kelemahan yang dimiliki topologi jenis ini, yaitu setiap node dalam sebuah jaringan akan selalu ikut dan mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan tersebut, sehingga bila terjadi gangguan pada suatu node seluruh jaringan akan terganggu.

Karakteristik topologi ring diantaranya sebagai berikut:
  • Tata letaknya sederhana.
  • Lingkaran tertutup dan berisi node-node
  • Memiliki kemampuan mendeteksi terjadinya tabrakan data (collision detection) dalam satu arah. Sehingga hal tersebut bisa dihindari.
  • Selain itu, topologi jenis ini memilki problem yang sama dengan topoogi bus.
3. Topologi Star

Pada topologi jenis ini, semua worktation terhubung secara langsung melalui switch / hub. Dengan terhubung ke switch atau hub tentunya setip worktstation memiliki kabel tersendiri. Hal semacam itu akan membuka jalur komunikasi atau bandwidth semakin besar dan secara keseluruhan akan membuat kinerja jaringan menigkat.

Karakteristik topologi star diantaranya sebagai berikut:
  • Setiap node mengalir langsung ke sentral node, sehingga mudah untuk dikembangkan.
  • Traffic data akan terhubung ke dari node ke sentral node begitupun sebaliknya dan dapat berkomunikasi secara langsung dengan sentral node.
  • Karena hanya menangani traffic node, maka dapat digunakan kabel lower grade, yang biasannya digunakan kabel UT.

4. Topologi Extended star
Topologi jenis ini merupakan topologi yang tidak jauh berbeda dengan topologi star. Yang awalnya hanya topologi star dan berkat dikembangkan lagi akhirnya terbentuklah Topologi Extended star. Dan pastinya karakteristiknya pun juga tidak jauh berbeda, langsung saja sobat simak karakteristik yang dimiliki topologi extended star berikut ini.

Semua node terhubung dan berkomunikasi secara langsung dengan sub node. Begitupun pula sub node yang berkomunikasi dengan sentral node. Misalnya traffic data yang mulai dari node kemudian diteruskan ke sub node dan selanjutnya diteruskan lagi ke sentral node dan kembali lagi.

5. Topologi Hierarchical

Nama lain dari topologi hierarchical/Tree. Seperti namanya Topologi yang satu ini tata letaknya berbentuk menyerupai pohon yang bercabang dan dihubungkan dari sub node ke satu central node. Salah satu kelebihannya yaitu mudah dikembangkan menjadi suatu jaringan yang luas. Tidak hanya memiliki keunggulan, namun juga kelemahan diantarannya dapat terjadi tabrakan dara (collision), dan apabila kabel komputer diatasnya terputus, maka komputer di tingkat bawahnya tidak dapat dioperasikan.

6. Topologi Mesh. (Silahkan klik link judul tersebut untuk mengetahui infonya selengkapnya).

Demikianlah artikel mengenai Karakteristik Topologi Jaringan (star, bus, ring, dan tree) yang bisa saya ulas kali ini. Semoga postingan ini bisa bermanfaat untuk sobat.

Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top